PERANG VIETNAM

Perang Vietnam sendiri bisa dibilang Unwanted War, Perang yang Tidak Diinginkan. Kongres yang merasa perlu membendung pengaruh komunis di Asia. Pihak militer sendiri sebenarnya enggan berperang di Vietnam.

TEORI EVOLUSI [KEHIDUPAN]

Evolusi suatu spesies menjadi spesies lain berlangsung secara bertahap selama jutaan tahun, dan tentu diantara perubahan bertahap itu terjadi bentuk-bentuk transisi atau bentuk lainnya.

FENOMENA PETIR

Menurut Harun Yahya, petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah –-mencapai tingkat tinggi.

Bunga Mawar

Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.

Ts'ai Lun

Cai Lun (Hanzi: 蔡倫, simplify 蔡伦 , pinyin: Cài Lún, Wade-Giles: Ts’ai Lun) ialah penemu kertas berkebangsaan Tionghoa yang hidup pada zaman Dinasti Han, abad ke-1 - abad ke-2 Masehi.

03 May 2010

Mummy



1. Pengenalan Mummy
Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.

Mumi paling terkenal adalah mumi yang dibalsam dengan tujuan pengawetan tertentu, terutama dalam Mesir kuno. Orang Mesir percaya bahwa badan adalah tempat Ka seseorang yang sangat penting dalam masa setelah hidup.

2. Proses Pembuatan Mummy
- Cara embalmers
Ada berbagai teknik pembuatan mumi yang telah dikembangkan oleh embalmers, yaitu orang yang pekerjaannya membuat mumi. Pada umumnya metode yang dipakai untuk pengerjaan mumi adalah sebagai berikut: Pertama adalah prosees pengeluaran otak. Pada masa ini orang Mesir kuno belum mengetahui betapa pentingnya fungsi otak. Sebuah pengait akan dimasukkan dari lubang hidung tembus ke wilayah otak. Kemudian sebuah alat kecil semacam stik dari besi akan dipakai untuk mengaduk otak sampai cair. Dalam waktu dua hari cairan otak akan mengalir keluar dari lubang hidung dan untuk memudahkan keluarnya cairan tersebut, biasanya jenazah akan diletakkan dalam posisis tengkurap. Setelah benar-benar bersih dari cairan otak. Melalui lubang yang ada mereka akan memasukkan kain linen ke dalam tengkorang kemudian cairan getak tumbuhan, disebut resins akan dialirkan melalui hidung ke dalamnya.

Selanjutnya, mereka akan menoreh perut sebelah kiri untuk mengeluarkan isi perut seperti usus, hari, paru-paru dan lambung agar tidak terjadi pembusukan, sedangkan jantung dibiarkan pada tempatnya karena orang Mesir kuno menganggap jantung sebagai sumber kecerdasan, pemikiran dan perasaan, jadi sangat penting untuk kehidupan sesudah kematian.

Bagian dalam tubuh kemudian dibasuh dengan cairan natron atau anggur dan dikeringkan dengan natron padat. Natron adalah campuran garam dan soda, senyawa ini ditemukan di wadi Natrun dekat Cairo. Jika natron tidak tersedia, garam biasa pun dapat dimanfaatkan untuk proses pembuatan mumi. Fungsi natron dan garam seperti fungsi pasir gurun yang panas, zat ini dapat menyerap semua cairan tubuh sehingga tubuh jenazah menjadi kering dan dapat diawetkan.

Selanjutnya tubuh calon mumi ini diletakkan di atas sebuah dipan batu dan ditaburi bubuk natron untu didiamkan selama 40 hari atau lebih agar benar-benar bebas dari cairan. Kadang-kadang karena kondisinya yang sangat kering beberapa bagian anggota tubuh akan coplok atau terlepas, seperti jari jemari tangan dan kaki, namun embalmers akan menyiasatinya dengan membuatkan jari baru dari kain linen, kayu atau emas. Yang penting setelah dibungkus tidak ada anggota tubuh mumi yang hilang, semuanya harus lengkap.

Setelah bener-benar kering, tubuh mumi akan kembali dibersihkan dan kembali diisi dengan lebih banyak natron, kain linen dari berbagai rempah seperti myrrh, bubuk gergajian kayu dsb. Setelah lubang di sisi kiri perut dijahit kembali dangan rapi, tubuh mumi akan dibaluri dengan getah atau resins, antuk selanjutnya dibalut dengan linen. Proses pembalutan pun dimulai. Dibutuhkan bermeter-meter kain untuk satu mumi. Bagian jari kaki serta tangan dibaluti lebih dulu. Di sebagian kain, akan dituliskan kalimat-kalimat ajaib yang dipercaya dapat menolong mumi di kehidupan setelah mati. Jimat-jimat pelindung disisipi dalam balutan tersebut, selanjutnya sebuah kain yang sangat lebar akan menutup seluruh tubuh dan diikat rapi dengan tali dari kain linen pula.

Pada bagian wajah mumi yang sudah terbungkus itu akan dipasang sebuah topeng yang serupa dengan wajah jenazah semasa hidupnya. Topeng ini dibuat dari semacam papier marche namun ada pula yang terbuat dari lempengan emas murni. Patung wajah mumi Fir'au Tutankhamun sangat terkenal di seluruh dunia karena terbuat dari emas murni yang dicetak dengan sangat cermat sehingga dapat mewakili serta mengekspresikan wajah Raja Tutankhamun dengan sempurna lengkap dengan dengan hiasan kerajaan kebesarannya.

Mumi yang telah terbungkus rapi akan diletakkan ke dalam sebuah peti atau bebarapa peti secara berturut-turut untuk kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sarcophagus. Beberapa ahli memperkirakan pembuatan mumi memerlukan waktu 70 hari atau lebih, yaitu 40 hari untuk mengeringkan tubuh mumi dan 30 hari untuk membungkusnya. Hanya keluarga raja, bangsawan atau orang kaya saja yang sanggup membiayai pembuatan mumi ini, untuk orang biasa mereka cukup membungkut tubuh mumi dengan garam tanpa membuang isi perut dan tidak menggunakan rempah-rempah mahal semacam myrrh, sebelum memasukkannnya ke dalam seabuah peti kayu yang sangat sederhana.

Sebuah tim peneliti Jerman menyatakan telah mengungkap rahasia pengawetan mumi Mesir kuno. Dari hasil penelitian, ilmuwan berpendapat bahwa rahasia pengawet mumi adalah suatu zat ekstrak pinus salju, dan menurut mereka dengan menggunakan teknik yang matang bangsa Mesir kuno mengambil zat pengawet dari sari pohon pinus salju. Sari pohon pinus salju itu mengandung komposisi utama zat pengawet. Bangsa Mesir mengawetkan jasad keluarga yang meninggal menjadi mumi, dengan harapan agar orang yang meninggal mendapatkan kehidupan yang abadi.

- Cara Pohon Pinus Salju
Penulis ensiklopedia Romawi kuno, Pulini pernah membuat catatan tentang resep ramuan pengawet, namun sejarawan Mesir ini malah mengabaikan catatannya, barulah sekarang para ilmuwan berdasarkan cara-cara yang tercatat dalam buku tersebut mendapatkan bahan pengawet dari pohon pinus salju. Melalui percobaan kimiawi pinus salju pada potongan daging babi segar, peneliti mendapati bahwa zat kimia ini memiliki efek antikuman yang sangat kuat, lagi pula tidak mengakibatkan efek negatif terhadap susunan tubuh.

Mumifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat. Mumifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat gelap, berkeriput dan tidak membusuk.

3. Penemuan Mummy
Di Cina, telah ditemukan dari peti mati sipres yang tenggelam dengan menggunakan tanaman obat-obatan.

Mumi yang terbentuk karena kejadian alami, seperti di tempat super dingin (Ötzi manusia es, asam (manusia Tollund) atau kekeringan yang ditemukan di banyak tempat di dunia. Beberapa mumi yang terawet baik dalam kondisi alami bermulai sejak periode Inca di Peru.
- Tim arkeologi Mesir, yang melakukan penggalian di sebuah tempat pusat kegiatan pemuda negeri itu, telah menemukan 14 makam dari abad ke-3 sebelum Masehi. Salah satunya adalah mumi perempuan yang mengenakan perhiasan.

"Makam dari zaman Yunani-Romawi yang terletak di Oase Bahariya, 300 kilometer barat daya Kairo, itu diindikasikan sebagai bagian kecil dari permakaman yang lebih besar lagi," kata Kementerian Kebudayaan Mesir, Senin (12/4).

Ditemukan juga, mumi wanita setinggi 97 sentimeter di bawah tangga dan dihiasi berbagai perhiasan berwarna-warni. Selain mumi, di makam itu, tim arkeologi juga menemukan harta.

Karena itu, oleh pemerintah, area itu pun diubah statusnya dari pusat kegiatan pemuda menjadi situs bersejarah Mesir. "Awalnya, penggalian hanya menemukan empat topeng anthropoid (menyerupai manusia) yang terbuat dari plester, kepingan yang berukirkan gambar empat anak Horus, beberapa koin uang logam, serta tanah liat," kata kepala tim peneliti Zahi Hawass.

Empat putra Horus, yakni Imsety, Duamutef, Hapi, dan Qebehsenuef, merupakan dewa kuno Mesir. Ukiran itu menunjukkan adanya pengaruh religi Mesir dalam periode Yunani-Romawi.

Para dewa itu dipercaya melindungi berbagai organ tubuh mumi seperti perut, hati, lambung, usus, dan paru-paru. Adapun Oase Bahariya juga dikenal sebagai Valley of the Golden Mummies. Pada 1996, ditemukan 17 makam dengan 254 mumi di wilayah itu.
- Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya di Lembah Para Raja Luxor. Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Firaun ditemukan oleh petualang Inggris Howard Carter. Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja bocah yang meninggal lebih dari 3000 tahun lalu. Saat para pakar itu mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya mereka menyingkirkan kain putih yang menutupi dia, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah dia. Arkeolog menyatakan jenazah itu terancam karena panas dan kelembaban di dalam makam itu karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun. “Golden boy itu memiliki keajaiban dan misteri, oleh karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya saya yakin datang untuk menyaksikan golden boy,” ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir Zahi Hawass sebelum jenazahnya dipindahkan. Topeng emas Tutankhamun dicopot dengan pisau panas dan kabel Tutankhamun berkuasa di Mesir 1333 sampai 1324 SM dan diyakini naik tahta dalam usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922. Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah ketika Carter melihat kedalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya yang terkenal “Ya, sesuatu yang mengagumkan.”

Penyebab kematian Karya agung makam itu adalah jenazah firaun yang dibuat mumi, ditutupi jimat dan perhiasan serta mengenakan topeng emas. Dalam upaya mengambil harta karun itu, Carter dan timnya memotong jenazah itu kedalam beberapa bagian, memenggal lengan dan kepalanya dan menggunakan pisau panas dan kabel untuk menyingkirkan topeng emas yang direkat ke wajah Tutankhamun dengan proses pembalseman. Tahun 2005 kalangan ilmuwan merekontruksi Tutankhamun Tubuhnya direkonstruksi dan dikembalikan ke sarcophagus aslinya tahun 1926. Kemudian pernah dibawa keluar untuk pengujian sinar X tiga kali dalam beberapa tahun berikutnya. Harta karun yang diambil memikat dunia dan menarik jutaan orang datang ke Lembah Para Raja. Pertanyaan mengenap mengapa Tutankhamun meninggal sekitar usia 19 tahun dan gosip adanya kutukan yang membuat meninggal mereka yang terlibat penggalian makamnya makin membuat terkenal firaun.

Ketika tubuhnya diperiksa sinar X tahun 1968, terdapat patahan tulang di tengkoraknya yang mendorong spekulasi bahwa dia dibunuh dengan pukulan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa dia dibunuh karena berupaya mengembalikan politeisme setelah menggantikan Akhenaten yang meninggalkan dewa-dewa emas Mesir untuk monoteisme. Namun pemeriksaan scan jenazahnya tahun 2005 membuat para peneliti menyatakan dia tidak dibunuh dan mungkin meninggal karena komplikasi tulang kaki yang retak. Kepala bidang peninggalan Mesir Zahi Hawass mengatakan penelitian menunjukkan raja bocah ini meninggal setelah luka karena infeksi meskipun tidak semua tim setuju dengan diagnosa itu namun semua menolak dugaan pembunuhan

- Mumi yang ditemukan dalam posisi mulut seperti menjerit (Screaming Mummy) mulai terungkap. Para peneliti berpendapat mumi ini adalah seorang yang diduga pernah merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya, yaitu Firaun Ramses III. Demikian rilis berita National Geographic News. Mumi ini ditemukan pada 1886 dan ditempatkan di museum Mesir di Kairo. Beberapa arkeolog telah mengumpulkan sejumlah cerita legenda mengenai percobaan pembunuhan, bunuh diri dan persekongkolan. Awalnya mumi ini disebut dengan nama pria tak dikenal dan mumi menjerit. Itu karena mumi ini memperlihatkan rahang yang terbuka dan berekspresi murung. Sejak lama mumi ini membingungkan para peneliti terutama menyangkut sebab kematiannya. Beberapa hipotesis mengatakan kemungkinan mumi ini dulunya orang yang dikubur hidup-hidup, diracun atau dibunuh. Ada juga yang menduga mumi ini adalah seorang pangeran yang dibunuh semasa raja Tutankhamun.

Dalam kasus mumi menjerit ini terdapat keanehan. Biasanya sejenis bahan damar dimasukkan ke dalam tempurung otak pada saat proses pembuatan mumi. Tetapi pada mumi menjerit ini justru bahan damar terdapat di dalam kerongkongannya.

- Hanya diterangi oleh obor dan cahaya kamera, pekerja Mesir menemukan sakrofagus berusia 2600 tahun, Mumi ini terbungkus kanvas, merupakan bagian dari penggalian arkeologi di kedalaman 36 kaki di bawah situs purba, Saqqara,
Zahi Hawass, pimpinan tim arkeolog menyebut situs itu sebagai ruang penyimpanan mumi, sebab terdiri dari 8 sakrofagus dan 12 mumi. “Momen saat melihat temuan kita pertamakali adalah puncak kesenangan dari dunia arkeologi,” komentar Hawass. Temuan tersebut diprediksikan berasal dari tahun 640 sebelum masehi, atau zaman pemerintahan dinasti ke-26, kerajaan terakhir Mesir yang merdeka sebelum dijajah bangsa asing.

Menurut Hawass temuan ini sangat penting, sebab banyak situs purbakala lain di Saqqaea, sekitar 12 mil selatan Kairo, yang belum digali. Mumi tersebut diduga adalah makam para penguasa Memphis purba, ibukota kerajaan tua Mesir.

Di antara mumi itu terdapat juga mumi anjing peliharaan dan beberapa anak-anak. Kemungkinan besar mereka adalah sebuah keluarga besar yang kaya. “Hanya orang kaya saja yang memiliki sakrofagus yang terbuat dari Thebes,” jelas Hawass. Thebes adalah kota purba di sebelah barat Nil.

- Sebuah ruang penyimpanan 30 mumi Mesir telah digali dari dalam makam kuno berusia 2.600 tahun. Senin lalu, para arkeolog mengumumkan bahwa penemuan itu diperoleh dalam serangkaian ekskavasi di pekuburan Saqqara di luar Kairo.

Arkeolog terkemuka Mesir, Zahi Hawass, menyatakan makam itu terletak di dasar lorong sedalam 11 meter. Delapan dari 30 mumi itu diletakkan dalam sarkofagus, sedangkan mumi lainnya ditempatkan dalam sebuah lubang di sepanjang dinding.

Hawass menggambarkan tempat itu sebagai sebuah gudang mumi yang diperkirakan berasal dari masa 640 SM. Menurut Hawass, mumi itu dikuburkan semasa dinasti ke-26, yakni masa kerajaan independen Mesir terakhir sebelum ditumbangkan dan digantikan oleh penjajah asing dari Persia. Makam itu ditemukan pada sebuah situs yang jauh lebih tua, yaitu dari zaman dinasti keenam, 4.300 tahun lalu.

Sebagian besar mumi itu dalam kondisi kurang terawetkan dengan baik. Para arkeolog belum bisa memastikan identitas mereka atau mengapa begitu banyak mumi dikubur dalam satu ruangan. Salah satu sarkofagus terbuat dari kayu dan diberi nama Badi N Huri, tapi tidak tertulis jabatan apa pun. "Kemungkinan dia adalah tokoh penting di masa itu. Tapi saya tidak bisa mengatakannya karena tidak ada jabatan," tutur Abdel Hakim Karar, asisten Hawass.

Karar menambahkan bahwa tujuh sarkofagus lainnya belum dibuka. Dari tujuh sarkofagus itu, empat di antaranya tertutup rapat. Ia juga mengatakan makam itu agak aneh. Mumi dari periode akhir seperti itu biasanya tidak ditempatkan dalam lubang batu. "Lubang-lubang seperti ini umumnya digunakan pada dinasti yang amat awal. Jadi, bisa menemukannya pada Dinasti ke-26 adalah sesuatu yang langka," ujar Karar.
Penggalian yang telah berlangsung selama 150 tahun di Saqqara telah mengungkap adanya sebuah pekuburan piramid dan makam yang amat luas. Sebagian besar makam itu berasal dari masa kerajaan lama, tapi ada juga beberapa situs yang berasal dari masa pendudukan Romawi.

Di masa lalu, ekskavasi hanya difokuskan pada salah satu sisi dari dua piramid yang berdekatan, yaitu Piramid Berundak Raja Djoser yang terkenal dan Piramid Unas, raja terakhir dari Dinasti kelima. Daerah tempat makam baru itu ditemukan sampai ke arah barat daya, dan sebagian besar belum tersentuh oleh para arkeolog.

Tak aneh, meskipun penggalian telah bertahun-tahun dilakukan, penemuan baru terus terjadi. Desember tahun lalu, dua makam ditemukan dekat makam baru tersebut. Keduanya dibangun untuk pejabat tinggi, salah seorang di antaranya bertanggung jawab atas quarries, lubang pengambilan batu yang dipakai untuk membangun piramid di dekatnya. Makam lainnya berisi mumi perempuan yang bertanggung jawab untuk menyediakan penghibur bagi Firaun.

November lalu, Hawass mengumumkan penemuan sebuah piramid baru di Saqqara, piramid ke-118 di Mesir, dan piramid ke-12 yang ditemukan di Saqqara. Menurut Hawass, hanya 30 persen monumen Mesir yang telah ditemukan, sedangkan sisanya masih terkubur di dalam pasir.

02 May 2010

Cleopatra (69-30 SM)



1. Pengenalan Sosok Cleopatra
Memerintah 51 SM–12 Agustus 30 SM Ptolemeus XIII (51 SM–47 SM), Ptolemeus XIV (47 SM–44 SM), Caesarion (44 SM–30 SM)
Lahir Januari 69 SM, Alexandria
Meninggal 12 August 30 SM, Alexandria
Pendahulu Ptolemeus XII
Pengganti Tidak ada (Provinsi Romawi)
Selir Ptolemeus XIII, Julius Caesar, Mark Antony
Dinasti Ptolemaik
Ayah Ptolemeus XII
Ibu Cleopatra V dari Mesir
Cleopatra VII Philopator (Yunani: Κλεοπάτρα Φιλοπάτωρ; Januari 69 SM – 12 Agustus 30 SM) adalah ratu Mesir kuno, anggota terakhir dinasti Ptolemeus. Walaupun banyak ratu Mesir lain yang menggunakan namanya, dialah yang dikenal dengan nama Cleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang.

2. Masa Kecil Cleopatra
Sedikit yang diketahui tentang masa kecil Cleopatra, tetapi Cleopatra berdarah Yunani, bukan keturunan Mesir. Ia dilahirkan pada awal tahun 69 SM, anak ke-3 dari 6 orang dan lahir di kalangan Dinasti Ptolemaik Yunani. Ia mempunyai 2 orang kakak dan seorang adik perempuan serta dua adik laki-laki. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu.

Kerajaan dari ayah Cleopatra tidak aman akibat tekanan dan konflik dari luar dan dalam perebutan kekuasaan, serta konflik dalam seperti pemerintahan sentralisasi dan korupsi politik. Hal ini memimpin pemberontakan dan hilangnya Siprus dan Cyrenaica yang menyebabkan masa kekuasaan Ptolemeus sebagai salah satu yang paling mematikan di dinasti tersebut. Semasa kecil, Cleopatra telah melihat persengketaan dalam keluarganya sendiri. Dikatakan bahwa ayahnya selamat dari 2 usaha pembunuhan ketika seorang pelayan menemukan ular berbisa yang mematikan di tempat tidurnya dan pelayan yang mencicipi minuman anggur tuannya yang selanjutnya pelayan tersebut meninggal. Kakak perempuan tertuanya, Tryphaena juga mencoba untuk meracuni Cleopatra sehingga ia mulai menggunakan juru cicip. Ketika ia berusia belasan tahun, ia menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri dan ayahnya menjadi boneka Kekaisaran Romawi akibat beban utang yang terlalu tinggi, tetapi masih berharap agar Romawi tidak menaklukan Mesir. Keadaan itu menyebabkan Ptolemeus XII diusir rakyat dari Alexandria yang akhirnya melarikan diri ke Romawi. Pada tahun 58 SM, ibunya, Cleopatra V mengambil alih pemerintahan bersama anaknya, Berenice IV dengan bantuan gubernur Suriah yang dikuasai Romawi, Aulus Gabinius selama setahun hingga ibunya meninggal, lalu Berenice IV memerintah sendiri. Ptolemeus XII menggulingkan anak perempuan tertuanya pada tahun 55 SM dan menghukum mati anaknya, Berenice IV. Kakak perempuan Cleopatra lainnya, Tryphaena mengambil tahta dan tidak lama kemudian ia meninggal yang menyisakan Cleopatra dengan suaminya dan adiknya, Ptolemeus XIII sebagai penerus tahta.

Dari ayahnya, Ptolemeus XII, Cleopatra mengetahui akan kekuatan leluhurnya. Leluhurnya telah melakukan penaklukan besar hampir 3 abad yang lalu.

3. Masa Pemerintahan Cleopatra 

- Naik Tahtah
Ptolemeus XII meninggal pada bulan Maret tahun 51 SM, membuat Cleopatra yang saat itu berusia sekitar 18 tahun dan Ptolemeus XIII yang berusia sekitar 12 tahun sebagai pemimpin gabungan. 3 tahun pertama kekuasaan mereka sulit karena permasalahan ekonomi, kelaparan, banjir sungai Nil dan konflik politik. Walaupun Cleopatra menikahi adiknya, ia menunjukan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk berbagi kekuasaan dengannya.

- Turun Tahtah
Pada bulan Agustus tahun 51 SM, relasi mereka rusak. Cleopatra menurunkan nama Ptolemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang berada diluar tradisi Ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawahkan oleh pemimpin laki-laki. Hal ini menghasilkan kelompok rahasia orang yang tidak termasuk dalam istana, dipimpin oleh eunuch Pothinus, menurunkan Cleopatra dari kekuasaan dan menjadikan Ptolemeus pemimpin pada tahun 48 SM (atau lebih awal, dan terdapat sebuah dekrit pada tahun 51 SM dengan nama Ptolemeus sendiri). Ia mencoba untuk melakukan pemberontakan disekitar Pelusium, tapi ia terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan adiknya yang tersisa, Arsinoë.

- Kembali Naik Tahtah
Ketika Cleopatra pergi dari Mesir, Pompey melibatkan diri dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan opsirnya yang sekarang bekerja untuk Ptolemaik. Ia dipenggal di depan istri dan anaknya, yang berada di kapal yang baru saja ia turuni. Ptolemeus berpikir bahwa dengan ia telah memerintahkan kematian Pompey untuk menyenangkan Julius Caesar. Hal ini adalah kesalahan Ptolemeus yang besar. Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena fakta bahwa walaupun ia musuh politik Caesar, Pompey adalah konsul Roma dan duda dari anak Julis Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikannya wasit dari klaim antara Ptolemeus dan Cleopatra.

Cleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana dan bertemu dengan Caesar. Dipercaya bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Cleopatra menjadi kekasihnya. 9 bulan setelah pertemuan pertama mereka, Cleopatra melahirkan bayi. Pada saat ini, Caesar meninggalkan rencananya untuk menggabungkan Mesir, dan mendukung klaim Cleopatra atas tahta. Setelah perang saudara pendek, Ptolemeus XIII tenggelam di sungai Nil dan Caesar mengembalikan Cleopatra ke tahtanya, dengan adiknya yang lain Ptolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.

4. Hubungan Cinta Cleopatra
- Hubungan Cinta Cleopatra dengan Julius Caesar
Walaupun perbedaan umur Cleopatra dan Julius Caesar sebesar 30 tahun, Cleopatra dan Caesar menjadi kekasih selama Caesar berada di Mesir tahun 48 SM sampai 47 SM. Mereka bertemu ketika Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 50 tahun. Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Octavian. Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat.

Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya. Untuk menjaganya dan Caesarion, adiknya Arsinoe meninggal.

- Hubungan Cinta Cleopatra dengan Mark Antony
Pada tahun 42 SM, Mark Antony, salah satu orang yang berkuasa di Roma setelah kematian Caesar, memanggil Cleopatra untuk bertemunya di Tarsus untuk menjawab pertanyaan kesetiaannya. Cleopatra tiba dan memikat Antony yang menyebabkan Anthony menghabiskan musim dingin tahun 41 SM–40 SM dengannya di Alexandria. Pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 anak, Alexander Helios dan Cleopatra Selene II.

Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antony mengunjungi Alexandria sekali lagi untuk berperang dengan Parthian. Ia memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Ia menikahi Cleopatra menurut ritus Mesir (surat dikutip di Suetonius mengusulkan ini), walaupun ia sedang berada pada waktu menikahi Octavia Minor. Ia dan Cleopatra memiliki anak yang bernama Ptolemeus Philadelphus.

Dengan donasi Alexandria pada tahun 34 SM, dan juga serangan Anthony atas Armenia, Cleopatra dan Caesarion dimahkohtai sebagai wakil pemimpin Mesir dan Siprus. Alexander Helios menjadi pemimpin Armenia, Media, dan Parthia; Cleopatra Selene II menjadi pemimpin Cyrenaica dan Libya. Ptolemeus Philadelphus menjadi penguasa Phoenicia, Suriah, dan Sisilia. Cleopatra juga mendapat gelar "Ratu atas Raja".

Sikap Anthony dipandang buruk oleh Romawi dan Octavian meyakinkan senat untuk berperang dengan Mesir. Pada tahun 31 SM, pasukan Anthony menghadapi serangan armada Romawi di pantai Actium. Dengan terjadinya pertempuran Actium, Octavian menyerang Mesir. Dengan tanpa pengungsi lain yang melarikan diri, Anthony melakukan aksi bunuh diri dengan menusukan pedangnya pada tanggal 12 Agustus 30 SM.

5. Kematian Cleopatra dan Mark Antony
Mark Antony dan Cleopatra menantang Caesar Augustus untuk merebut kendali atas Kerajaan Roma, lebih dari dua milenium lalu. Namun pasukan tempur mereka berhasil dikalahkan. Mereka lalu bunuh diri. Sejarawan Roma, Plutarch, mengatakan Caesar mengizinkan mereka untuk dikubur bersama, tetapi makam mereka tidak pernah ditemukan.

Mark Antony bunuh diri yang menyebabkan Cleopatra juga bunuh diri. Tidak diketahui bagaimana ia meninggal, tetapi menurut legenda, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah ia menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa yang diselipkan kedalam bakul berisi buah ara. Dalam detik terakhir kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai dewi.

Anak Cleopatra, Caesarion mengklaim sebagai pharaoh Mesir, tetapi Octavian menang lebih dulu. Caesarion ditangkap dan dieksekusi, takdirnya dilaporkan dikunci oleh perkataan terkenal Octavian: "Dua Caesar terlalu banyak." Hal ini mengakhiri garis pharaoh Mesir. 3 anak dari Cleopatra dan Antony diampuni dan dibawa kembali ke Roma dan mereka dirawat oleh istri Anthony, Octavia Minor.

Pelayan Cleopatra, Iras and Charmion juga bunuh diri. Anak perempuan Anthony, Octavia diampuni dan juga anaknya, Iullus Antonius. Anaknya yang tertua, Marcus Antonius Antyllus, dibunuh ketika memohon untuk kehidupannya di Caesarium.

Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Octavianus) naik tahta dan menyerang Mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa ( Asp / sejenis Cobra asal Afrika Utara). Kisah hidupnya sering didramatisasikan dalam berbagai bentuk karya, termasuk "Antony and Cleopatra" dari William Shakespeare dan beberapa film modern.

6. Usaha Penemuan Jasad Cleopatra dan Mark Antony
- Seorang arkeolog senior Mesir, Zani Hawass, kini tengah bersemangat melacak makam ratu legendaris zaman Mesir kuno, Cleopatra, dan kekasihnya Mark Antony- seorang politisi dan jenderal Kekaisaran Romawi pada abad 40-an sebelum Masehi.

Pasalnya, Minggu 20 April 2009, tim arkeolog mengumumkan penemuan awal berupa 22 koin kuno, 10 mumi, dan fragmen wajah yang retak pada bagian dagu. Itu menjadi petunjuk berharga untuk menemukan kuburan Mark Antony dan Cleopatra, yang selama ini menghilang ditelan bumi.

Zahi Hawass memperlihatkan tempat harta karun kuno itu ditemukan kepada para wartawan kemarin, dalam tur di kuil dewa Osiris yang telah berusia 2.000 tahun. Hawass yakin, di situs yang berlokasi di dekat Laut Mediteran tersebut terletak makam sepasang kekasih yang menjadi misteri sekian lama.

"Menurut saya, jika makam itu ditemukan, maka itu akan menjadi penemuan paling penting pada abad 21 karena kisah cinta antara Cleopatra dan Mark Antony, dan karena kisah menyedihkan tentang kematian mereka," kata Hawass.

"Jika Anda lihat wajah Mark Antony, banyak orang yakin kalau dia memiliki luka di dagunya, dan itulah mengapa saya berpikir bahwa ini bisa saja adalah Mark Antony," kata Hawass sambil menujukkan fragmen tersebut. Namun dia mengaku bahwa mereka tidak yakin seratus persen dan bergurau bahwa topeng itu bisa saja melukiskan Richard Burton, aktor yang berperan sebagai Mark Antony pada film "Cleopatra", tahun 1963, yang juga dibintangi Elizabeth Taylor.

Namun, penemuan 10 mumi di luar kuil meyakinkan Hawass bahwa ada tokoh penting yang dimakamkan di dalam kuil. "Tidak ada yang dikubur di luar kuil tanpa sebuah alasan. Kami melihatnya di pada masa firaun, selalu ada mumi yang dikuburkan di samping piramida," katanya.

- Dewan Purbakala Mesir menyatakan, pencarian akan dipusatkan di tiga lokasi yang diduga paling kuat. Ketiga lokasi berada di satu kawasan Kuil Taposiris Magna, yang berada dekat dengan Kota Alexandria di bibir pantai Laut Mediterania.

Tahun lalu, di kuil yang dibangun pada masa kekuasaan Raja Ptolemy II (282-246 SM) itu ditemukan kepala patung Cleopatra, 22 koin bergambar Cleopatra, dan sebuah topeng yang diduga milik Anthony. Di dalam kuil tersebut terdapat sejumlah ruangan. Tiga di antaranya yang berada di bawah tanah diperkirakan sebagai makam Cleopatra dan Anthony.

"Pasangan kekasih itu mungkin disemayamkan di ruangan yang sama," demikian pernyataan yang dilansir Dewan Purbakala. Penggalian akan dilakukan tim arkeolog dari Mesir dan Republik Dominika yang telah melakukan penelitian di kawasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.

7. Sosok Sebenarnya Cleopatra
- Cleopatra Cantik?
Cleopatra nyaris pasti tidak cantik secara fisik (Ingat, konsep kecantikan berbeda pada setiap periode dan setiap orang di planet ini).

Penulis esai Yunani, Plutarch, menulis tentang Cleopatra sekitar seabad setelah kematian Cleopatra tahun 30 SM, dalam bukunya Life of Anthony. Ia menggambarkan Cleopatra sebagai “benar-benar tak bercacat atau bahkan luar biasa” dan menulis bahwa “kecantikannya tiada duanya”. Hanya sepuluh keping koin dalam pemerintahannya yang memperlihatkan gambaran dirinya yang masih ada dalam kondisi baik. Koin-koin tersebut menunjukkan lehernya yang gemuk (secara kiasan disebut “Gulungan Venus”), hidung yang bengkok, telinga yang panjang, dan dagu yang mencuat. Cleopatra, seperti semua wanita Ptolemaic lainnya, tingginya sekitar 1,5 m. Jadi, dalam istilah sekarang, ia pendek, gemuk, dan montok – namun juga sangat menarik.

Jika Anda mengikuti keyakinan Frank Zappa bahwa “otak Anda adalah organ seks Anda”, Cleopatra itu cantik. Ia dapat berbicara sembilan bahasa, memiliki otak yang tajam, dan memiliki karisma yang kuat. Ia berpendidikan tinggi, memiliki keagungan luar biasa sejak dini, dan memiliki daya tarik serta berjiwa pemimpin. Plutarch menulis: “...percakapannya menawan luar biasa...” dan “perbincangannya menggoda... karakternya, yang merasuk dalam tindakannya... begitu memesona tak terkatakan. Bunyi dari suaranya manis.” Ia begitu menarik, tulis Plutarch, sehingga “Plato mengakui empat jenis pujian, namun Cleopatra punya ribuan.” Kebijaksanaan dan kecerdasannya dipuji dalam kepustakaan Arab dan Koptik.

Jadi, meskipun secara fisik ia tidak cantik, ia berhasil merebut dan memenangi hati dua orang yang paling berkuasa pada masanya, Julius Caesar dan Mark Anthony. Julius Caesar berkata, “Tidak ada darah dalam venanya, selain darah Matahari. Hathor yang manis tinggal dalam matanya dan lesung lututnya.”

- Apakah Ular Kecil Berbisa yang Membunuh Cleopatra?
Dalam Anthony and Cleopatra, Shakespeare menceritakan bahwa Cleopatra meninggal akibat gigitan ular berbisa yang disusupkan ke kamar tidurnya dalam keranjang buah ara.

Namun, spesies ular tertentu tersebut tidak hidup di Mesir. Jauh lebih sesuai (jika memang ia dibunuh seekor ular) bahwa ular itu ular kobra, yang memang hidup di Mesir. Plutarch menulis, “... tapi dari pintu yang terbuka, mereka melihat ia mati membatu, tergeletak di tempat tidur dari emas, dalam ornamen-ornamen kerajaan”. Bahkan sekarang, kita masih tidak mengetahui bagaimana sebenarnya kematiannya.

Seekor ular berbisa memang muncul sebagai “uraeus” pada mahkotanya. Uraeus adalah perlambang ular suci sebagai lambang kekuasaan tertinggi, dan biasanya dikenakan di hiasan kepala dewa-dewi dan pharaoh Mesir.

- Cleopatra – Pekerja Ajaib
Satu citra yang tidak kita miliki dari Cleopatra adalah, ia duduk di dekat meja, membaca laporan intelijen militer, dan laporan pengendalian belalang.

Namun, ia harus mampu mengembalikan kerajaannya dari jurang kehancuran dengan cara yang ia lakukan. Ia mewarisi kerajaan yang bangkrut, yang bahkan tidak mampu mencetak koin emas, hanya dari logam yang tidak begitu baik (itulah sebabnya hanya ada sedikit koin dengan gambaran dirinya).

Ia membangun pasukan, membangun armada untuk menyaingi armada Romawi, membuat Mesir kuat, mempertahankan kedamaian, dan sukses mengadu domba lawan-lawan yang kuat untuk saling bertempur. Ibu kotanya, Aleksandria, mungkin merupakan kota yang paling maju di dunia: kota ini mempunyai layanan kesehatan universal, autopsi, dan perpustakaan serta mercusuar yang luar biasa, dan merupakan sebuah pusat yang menarik artis, ilmuwan, insinyur, dan penulis dari seluruh dunia.

Sumber Refenensi :
1. http://wikimedia.or.id/
2. http://www.forumsains.com/
3. http://sains.kompas.com/


25 April 2010

Piramid Mesir



1. Apa Sebenarnya Piramida Mesir Itu?
Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Dalam sejarah konstruksi bangunan piramida digunakan sudah sejak lama. Bangsa bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya dikenal menggunakan bangunan piramida sebagai makam raja-raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan) selain ada dugaan sebagai tempat penimbunan (gudang) pangan sejak zaman Nabi Yusuf ketika persiapan menghadapi musim paceklik ataupun tempat penyimpanan harta.

2. Manfaat Bentuk Bangunan Piramida
Berdasarkan pengalaman banyak orang diketahui bahwa bentuk piramid itu merupakan tempat yang serasi bagi kosmos. Keserasian kosmos menghasilkan terjadinya keseimbangan yang harmonis. Sekalipun demikian, dalam ilmu sacred geometry diketahui bahwa beberapa bentuk tertentu bisa membawa akibat. Seperti bentuk per, membawa akibat bisa mengalihkan aliran air alamiah. Bentuk bulat (bundar) membawa akibat "Tidak habis-habisnya".

Lebih mudah untuk menjelaskan piramid dengan cara pengetahuan yang sudah lebih populer dalam falsafah Cina, yaitu tentang Yin-Yang. Dalam piramid terbentuk keseimbangan yang harmonis Yin-Yang. Karena itulah, orang sakit yang disebabkan Yin-Yang yang tidak dalam keadaan seimbang mudah sembuh jika sering berada di dalam piramid, seperti darah tinggi, kegemukan badan, kekurusan badan, dan berbagai penyakit metabolisme yang tidak berfungsi baik.

3. Misteri Pembangun Piramida
Sekretaris jenderal dewan tertinggi tentang benda budaya Mesir yakni doktor Jasey Hawass mengumumkan bahwa hasil temuan arkeologi terbaru menunjukkan, bahwasannya Piramida itu dibuat oleh buruh. Hasil temuan ini menyangkal infrensi bahwa Piramida dibuat oleh budak belian.

Doktor Hawass mengumumkan temuan ini di bawah kaki Piramida dekat Kairo. Doktor Hawass yang berusia 55 tahun dinobatkan sebagai pakar paling berpengaruh dalam penelitian benda budaya kuno Mesir. Ketika diwawancarai di lokasi penggalian arkeologi saat itu mengatakan bahwa, setelah lebih dari 10 tahun melakukan penggalian dan penelitian, dapat ditarik kesimpulan, bahwa Piramida itu dibangun oleh buruh bukan budak belian. Dan di lokasi penggalian ini adalah makam pekerja yang meninggal dalam proses pembangunan Piramida.

Hawass menjelaskan bahwa, peneliti arkeologi menemukan sejumlah besar alat hitung, alat ukur dan perkakas batu prosesing dalam barang-barang yang dikubur bersama si mati. Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang meninggal ini adalah pembuat Piramida. Dan tidak mungkin mereka adalah budak belian, sebab budak yang mati tidak akan dikebumikan. Selain itu, arkeolog juga menemukan perkakas operasi dari logam primitif dan bekas pengobatan si mati yang mengalami patah tulang dalam liang kubur. Ini menunjukkan bahwa simati mendapat perlakuan dan perawatan medis yang baik jika budak belian tidak akan mendapat perlakuan demikian.

Hawass mengantar reporter melihat-lihat salah satu makam di antaranya. Ia menuturkan, bahwa pintu masuk ke makam ini adalah sepotong granit, sama dengan batu raksasa untuk pembangunan Piramida juga berasal dari daerah Aswan, selatan Mesir. Ini menunjukkan bahwa status si pemilik makam berasal dari golongan terhormat. Dan epigraf di atas pintu menunjukkan, bahwa pemilik makam adalah pejabat administrasi tertinggi di daerah asministratif Piramida.

Personel arkeologi menemukan sebuah peti mati dari batu dalam liang kubur, dan yang menggembirakan adalah peti mati batuan ini tidak ada tanda mengalami pencurian dan penggalian. Hawass bahkan mengatakan, bahwa daerah penghidupan para pekerja berada di sekitar makam. Personel arkeologi menemukan bekas tempat tinggal sekretaris jenderal di sana. Dan tempat tinggal pejabat ini dibangun pada 4.500 tahun lampau, adalah tempat tinggal sekretaris jenderal paling kuno yang ditemukan di Mesir saat ini.

Selain itu, personel peneliti juga menemukan mess kolektif dan bekas perlengkapan para pekerja di dalam kawasan penghidupan tersebut. Dari perkiraan peninggalan-peningalan ini, secara total terdapat lebih dari 20.000 pekerja yang turut dalam pembangunan Piramida. Dan ini berarti bahwa kesimpulan sejarawan Yunani kuno tentang pembangunan. Piramida yang dikerjakan oleh 10.000 tukang batu itu tidak benar. Hawass menambahkan, bahwa pekerja–pekerja tersebut bekerja secara bergantian di proyek ini, dengan masa kontrak kerja 3 bulan, dan sebagian besar pekerja adalah petani, tukang batu yang miskin, biaya penghidupan mereka ditanggung oleh keluarga yang berada kampungnya.

Piramida terletak di sebelah selatan Kairo, adalah Piramida terbesar di Mesir, dan dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Piramida ini dibangun dari 2.3 juta batu raksasa, batu yang paling ringan adalah 2.5 ton, sedang yang paling berat mencapai 40 ton. Siapakah yang membangun mega proyek yang demikian hebat ini, hingga saat ini banyak versinya, namun sebagian besar sejarawan mendukung pandangan tentang budak belian yang membangun Piramida.

4. Sejarah Pembangunan
Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain. Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat "konon katanya", maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa. Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.

Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda dalam makam". Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok. Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, dalam catatan "Inventory Stela" yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya. Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.

5. Teknik Pembangunan Piramid
Di Mesir, terdapat begitu banyak piramida berbagai macam ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya pun kasar. Di antaranya piramida yang didirikan pada masa kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang sudah rusak dan hancur, menjadi timbunan puing, seperti misalnya piramida Raja Menkaure. Kemudian, piramida besar yang dibangun pada masa yang lebih awal, dalam sebuah gempa bumi dahsyat pada abad ke-13, di mana sebagian batu ditembok sebelah luar telah hancur, namun karena bagian dalam ditunjang oleh tembok penyangga, sehingga seluruh strukturnya tetap sangat kuat. Karenanya, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya secara sederhana menyusun 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika terdapat kekurangan pada rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian saja yang rusak, maka bisa mengakibatkan seluruhnya ambruk karena beratnya beban yang ditopang.

Lagi pula, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa itu dikerjakan, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan tenaga yang diperlukan, faktor terpenting adalah titik puncak piramida harus berada di bidang dasar tepat di titik tengah 4 sudut atas. Karena jika ke-4 sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik, berarti proyek bangunan ini dinyatakan gagal. Karenanya, merupakan suatu poin yang amat penting, bagaimanakah meletakkan sejumlah 2,3 juta -2,6 juta buah batu besar yang setiap batunya berbobot 2,5 ton dari permukaan tanah hingga setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.

Seperti yang dikatakan oleh pengarang Graham Hancock dalam karangannya "Sidik Jari Tuhan": Di tempat yang terhuyung-huyung ini, di satu sisi harus menjaga keseimbangan tubuh, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu yang paling tidak beratnya 2 kali lipat mobil kecil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja-pekerja pengangkut batu tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan tenaga yang memungkinkan untuk membangun, namun jika dipertimbangkan lagi kondisi riilnya, akan kita temukan bahwa orang-orang tersebut tentunya memiliki kemampuan atau kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, baru bisa menyelesaikan proyek raksasa tersebut serta memastikan keakuratan maupun ketepatan presisinya.

Terhadap hal ini, Jean Francois Champollion yang mendapat sebutan sebagai "Bapak Pengetahuan Mesir Kuno Modern" memperkirakan bahwa orang yang mendirikan piramida berbeda dengan manusia sekarang, paling tidak dalam "pemikiran mereka mempunyai tinggi tubuh 100 kaki yang tingginya sama seperti manusia raksasa". Ia berpendapat, dilihat dari sisi pembuatan piramida, itu adalah hasil karya manusia raksasa.

Senada dengan itu, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya pada keliling Amerika Utara tahun 2002 juga pernah menyinggung kemungkinan itu. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya? Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya lima meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramida itu, manusia setinggi lima meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar."

Piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai penjuru dunia telah mendatangkan keraguan yang sama kepada semua orang: tinggi besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan susunan batu yang sangat besar, bahkan penyusunannya sangat sempurna. Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman yang disusun dengan batu raksasa yang beratnya melebihi 100 ton lebih, di antaranya ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya mencapai 360 ton (setara dengan 500 buah mobil keluarga). Dan di dataran barat daya Inggris terdapat formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah bundaran besar, di antara beberapa batu tingginya mencapai 6 meter. Sebenarnya, sekelompok manusia yang bagaimanakah mereka itu? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerjaan Firaun ke-4 yaitu Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita. Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam "Ilmu Pengetahuan Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.
Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang, adalah penyebab langsung yang mengakibatkan erosi yang parah terhadap Sphinx. Karena bahan bangunan piramida raksasa Jazirah adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui orang sekarang, kemampuan erosi tahan airnya jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, mungkin ini penyebab yang nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak tampak dari permukaan.

Keterangan gambar: Sphinx yang bertetangga dekat dengan piramida raksasa kelihatannya sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa dari badannya, saluran dan irigasi yang seperti dikikis air, ia pernah mengalami sebagian cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat berkemungkinan telah ada sebelum 10 ribu tahun silam. (Lisensi gambar: Xu Xiaoqian)

6. Fungsi Pembangunan Piramid
Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Namun demikian, berabad abad piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. Sehingga pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.

Piramid agung juga mengisyaratkan akan datangnya kiamat. Melalui system penghitungan dan matematika yang rumit, Piramid agung dapat meramalkan keluarnya bangsa Israel dari mesir, pecahnya PD I, bahkan menurut Institute of Pyramidology di London, Kiamat menurut perhitungan Piramid Agung akan jatuh pada tahun 2979.

7. Piramida dan Perbintangan
Sphinx dan tiga piramida besar di sekelilingnya (Khufu, Khafre, and Menkaure), dibangun dan disusun menurut konstelasi bintang-bintang dalam rasi (kumpulan bintang-bintang) Orion.

Nama Orion diambil dari salah satu tokoh dalam mitologi Yunani, anak dari pasangan dewa Poseidon (dikenal juga sebagai Neptunus) dan Euryale. Sebagai anak dewa, Orion diberi banyak kesaktian oleh orangtuanya. Misalnya, oleh ayahnya yang merupakan penguasa samudera, dia diberi kesaktian bisa hidup di lautan seperti makhluk laut.

Antara Januari hingga Mei, rasi bintang Orion ini bisa kita amati di arah Timur. Bila bintang-bintang tersebut ditarik garis, memang akan terlihat seperti ada sebuah adegan manusia sedang mengacungkan senjata. Dalam astronomi, rasi bintang Orion dibentuk oleh delapan bintang besar Betelgeus, Meissa, Bellatrix, susunan bintang Mintaka-Alnilam-Alnitak (sering disebut sebagai sabuk Orion), Saiph, dan Rigel. Bersama bintang-bintang kecil lain yang berperan seperti satelitnya.

Rasi bintang Orion ini seperti rasi bintang di galaksi kita, yang disebut sebagai Bimasakti (Milky Way). Jadi bintang-bintang besar yang disebut di atas tak ubahnya seperti Matahari di galaksi Bimasakti. Sedangkan bintang-bintang kecilnya adalah planet-planet yang mengelilinginya, seperti Bumi, Mars, Saturnus, hingga Pluto, mengelilingi Matahari. Hanya saja bedanya, di rasi bintang Orion "matahari"-nya lebih dari satu, sedangkan di galaksi kita hanya satu.

Dari susunan para bintang besar dan masing-masing satelitnya itulah, bila ditarik dalam sebuah garis tak putus, akan tergambar seperti seorang pemuda gagah dengan senjatanya. Oleh mitologi Yunani disebutkan sebagai penjelmaan tokoh Orion. Lalu di sebelah selatan Orion, terlihat rasi bintang yang lebih kecil disebut Lepus. Bila bintang-bintang di rasi bintang tersebut ditarik garis, maka akan terlihat seperti anjing. Rasi bintang inilah yang disebut dalam mitologi sebagai salah satu anjing yang menemani Orion di langit. Terdiri atas dua bintang besar (Nihai dan Arneb) serta bintang-bintang yang ukurannya jauh lebih kecil.

Terdapat pula deretan bintang yang kadang menggambarkan sosok kalajengking, tapi bisa juga banteng. Itu semua tergantung dari mana arah kita memandang. Yang pasti, rasi bintang Taurus atau Scorpio ini terdiri dari lima bintang besar, yakni Al Nath, Aldebaran, Hyades, Ain, Pleiades, dan tentunya bintang- bintang satelit mereka masing- masing. Dengan paduan tiga rasi bintang itulah (Orion, Lepus, dan Scorpius/Taurus), mitologi tentang Orion tercipta.

Lalu apa hubungannya dengan budaya purba Mesir, yang membangun kompleks piramida di Giza juga atas mitos rasi bintang Orion tersebut?

Ini dihubungkan dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Osiris, yang tak lain dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramida yang ditemukan, Osiris ini digambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Lewat kesaktiannya, Osiris dengan mudah bisa membinasakan bumi dan isinya.

Masyarakat Mesir kuno juga percaya bahwa dewa-dewa di langit itu juga harus mempunyai persinggahan di bumi. Atas dasar latar belakang itulah, kemudian kompleks piramida Giza dibangun. Tentu karena untuk Osiris, maka arsitektur posisi tiap piramidanya dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan posisi rasi bintangnya. Termasuk membangun penjaganya, yakni makhluk berbadan singa berkepala manusia.

Piramida Khufu menggambarkan bintang Alnitak, piramida Khafre untuk bintang Alnilam, sedangkan piramida Menkaure sebagai simbol bintang Mintaka. Deret posisi tiap piramida pun dibuat seakurat mungkin, menyerupai posisi tiga bintang besar itu di langit. Dan penempatan posisi tiga piramida tersebut nyaris akurat! Hanya meleset 0,1364 derajat dari besar sudut antar piramida dibanding antarbintangnya.

8. Beberapa Penemuan Tentang Piramida
- Makam Pekerja Pembuat Piramid Mesir Ditemukan
Arkeolog Mesir menemukan sebuah makam baru milik para pekerja yang membangun piramida besar. Tempat itu menunjukan bagaimana buruh tinggal dan makan lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Ribuan orang yang membangun keajaiban dunia kuno ini makan daging secara teratur, tiga bulan bekerja dalam shift dan diberi kehormatan dimakamkan di makam batu bata lumpur di dalam bayangan suci Piramid, yang mereka bangun.

Menurut Kepala Purbakala dan barang antik, Zahi Hawass, kuburan yang baru ditemukan mempunyai tanda waktu pada Dinasti Mesir Keempat atau (2575 SM hingga 2467 SM) ketika piramid besar dibangun. Kuburan pekerja yang membangun piramida, pertama kali ditemukan di daerah ini pada tahun 1990, dan penemuan seperti ini menunjukkan bahwa para pekerja dibayar, bukan budak seperti dalam imajinasi populer yang berkembang.

"Ini dibangun di samping piramida makam raja, yang menunjukkan bahwa orang-orang ini bukanlah budak," kata Hawass dalam pernyataannya. "Kalau mereka budak, mereka tidak akan mampu membangun (makam) di samping makam raja mereka."

Bukti dari situs, kata Hawass, menunjukkan bahwa sekitar 10.000 buruh yang bekerja di piramida ini makan 21 sapi dan 23 domba yang dikirimkan kepada mereka setiap hari dari peternakan di bagian utara dan selatan Mesir. Dia menambahkan, para pekerja itu diputar setiap tiga bulan dan situs pemakaman adalah untuk orang-orang yang meninggal selama konstruksi.

Salima Ikram, profesor Amerika yang mendalami ilmu pengetahuan Mesir di Universitas Kairo, mengatakan penemuan-penemuan seperti ini mengungkapkan aspek-aspek lain dari masyarakat Mesir kuno selain hanya monumen batu dan kuil-kuil yang sering dikunjungi oleh para imam, penguasa dan bangsawan.

Adalah penting untuk menemukan makam yang termasuk orang-orang kelas bawah yang tidak terbuat dari batu yang bercerita tentang organisasi sosial dan kekayaan relatif berbagai orang," katanya.

9. Penelindapat Para Ahli
Tersebutlah khalifah Baghdad, Abdullah Al Makmun, yang pertama kali masuk ke dalam Piramid Agung di Giza pada tahun ± 820 M, menemui keanehan di dalamnya. Setelah melewati jebakan dan berbagai macam rintangan, sampailah ia di makam utama, tempat raja diistirahatkan. Namun apa yang ia lihat tidaklah memuaskan hatinya. Didalam ruangan makam utama itu hanya ada Sarkofagus (peti mati dari batu) kososng tanpa tutup. Tidak ada sesuatupun didalamnya. Padahal, menurut keyakinannya, tidak ada seorangpun yang mendahuluinya. Ia melihat batu kapur penyumbat yang masih utuh, namun didalam makam hanya ada Sarkofagus kosong. Akhirnya ia meninggalkan tempat itu dengan kecewa.

Dr. Livio Strecchini, guru besar sejartah kuno di William Paterson College, New Jersey, mengatakan bahwa pada zaman itu, Piramid agung memegan peranan besar dalam menentukan letak geografis berbagai objek termasuk bintang-bintang di angkasa. Menurutnya, pembuat Piramid tahu dengan tepat keliling bumi, dan panjang waktu selama setahun, termasuk kelebihannya sebesar 0.2422 hari. Hebat bener orang Mesir kuno ya, dah tau keliling bumi segala.

Tahun 1830-an, Kolonel Richard Howard-Vyse dengan timnya menemukan bahwa suhu didalam Piramid adalah konstan 200C dalam berbagai musim. Mau musim hujan, panas, dingin, semi, suhunya tetep aja 200C. Banyak orang (ilmuwan) kemudian mencoba membuat maket Piramid, dan mendapati temuan bahwa pisau cukur yang disimpan dalam maket Piramid akan tetap tajam. Buah-buahan tidak akan mudah Busuk, menimbulkan rasa tenang dan sebgainya. Boleh percaya, boleh juga tidak, Piramid juga bisa melihat masa depan seseorang.

Napoleon Bonaparte pernah masuk ke dalam Piramid agung pada 12 Agustus 1799. beberapa saat setelah melewatkan waktu sendirian, ia muncul lagi dengan wajah pucat dan gemetar seraya berkata “aku tidak ingin semua ini muncul kembali”. Dalam perjalanan hidupnya kemudian, ia mengisyaratkan bahwa ia telah melihat masa depan. Sebelum ajal menjemputnya di St. Helena, nampaknya ia hendak menyampaikan rahasianya pada pelayannya. Namun ia membatalkan dan berkata, :”apa gunanya? Toh kamu juga tidak akan percaya”.

Landasan teori Houden berdasarkan maket komputer multidimensi dalam proses pembangunan dan struktur Piramida. Menurutnya pekerja bangunan menempatkan granit dan gamping (batu kapur) ke setiap bagian Piramida dengan menggunakan seperangkat alat keseimbangan berat.

- Teori Houden
Peneliti senior asal AS yakni Blair adalah ahli peneliti tempat bersejarah di Mesir. Menurutnya: “bagi sarjana yang menyelidiki tempat bersejarah Mesir, teori Houden sangat penting. Adapun mengenai bangunan Piramida, di masa lalu ada dua versi. Versi pertama adalah, di depan Piramida terdapat sebuah lereng yang besar, dan versi lainnya mengatakan bahwa di luar Piramida terdapat jalan bergelombang berbentuk spiral. Namun kami tahu kedua pandangan ini tidak benar dan bermasalah. Sekarang kami memiliki pandangan ke tiga, dan pandangan ini tidak ada masalah-masalah itu.
Piramida merupakan salah satu bangunan manusia yang terbesar di dunia, dan para arkeolog telah menyelidiki selama beberapa abad terhadap Piramida. Sejumlah besar arkeolog mengatakan, tidak mengherankan bila seorang arsitek mengemukakan uraian terbaru atas misteri Piramida dengan teknologi abad ke-21 ini. Untuk membuktikan kebenaran dari hipotesa tersebut, tim peneliti sudah siap sedia, dan jika pemerintah setempat mengizinkan, kami akan segera menuju ke lokasi, untuk survei di lapangan dengan radar dan detektor sumber panas.

10. Keajaiban Piramida Mesir lainnya
- ION NEGATIF
Cerita dimulai dari peristiwa menarik yang ditemukan pada Piramida di Mesir. Di dalam ruang raja (ruang tempat mummi disimpan) sampah bekas makanan yang ditinggalkan pengunjung tidak membusuk melainkan hanya mengering, bahkan bangkai binatang yang kebetulan ada disana kering menjadi mummi. Peristiwa lainnya adalah para peneliti yang bekerja dalam piramida merasakan tubuhnya menjadi lebih sehat dan kuat, bahkan penyakit pegal-pegal yang dideritanya hilang.

Apa yang menyebabkan makanan dan bangkai tidak membusuk? Mengapa kondisi tubuh menjadi lebih baik dalam piramida? Masalah ini dicoba untuk dipecahkan.

• BANGKAI BINATANG DAN MAKANAN YANG TIDAK MEMBUSUK.
Proses pembusukan terjadi karena aktifitas bakteri yang menguraikan senyawa-senyawa organik pada suatu benda. Karena itu untuk mencegah pembusukan, aktifitas dari bakteri-bakteri tersebut harus dihentikan dan dibatasi.
Pada umumnya aktifitas bakteri dapat dihentikan pada lingkungan tertentu, yaitu:
  1. Lingkungan yang mempunyai suhu yang ekstrem. Seperti suhu yang sangat rendah (seperti: di kutub, ruang pendingin) atau suhu yang sangat tinggi (seperti: di dalam kawah gunung berapi).
  2. Dalam ruang hampa (seperti: di ruang angkasa).
  3. Dalam air yang mengandung banyak zat sulfur (S)
Tapi ketiga kondisi lingkungan tersebut tidak ditemukan didalam Piramida, lalu apakah ada factor lain yang dapat menghentikan aktifitas bakteri dalam piramida, sehingga benda-benda tersebut tidak membusuk?

Pada lembaga riset pertanian di Amerika, diadakan suatu ekperimen dimana kelompok ayam dibagi dalam 2 grup, kemudian ditempatkan dalam ruang yang mengandung bakteri. Ruang grup pertama dimasukkan ion negatif, sedangkan ruang grup kedua tidak diberikan perlakuan apa-apa. Setelah beberapa waktu, ayam di grup pertama tetap sehat, sedangkan ayam di grup kedua mati semua.

Perbedaan antara kedua grup ini adalah pemberian ion negatif. Apa sebenarnya ion negatif yang mempunyai efek begitu menakjubkan ini?

Ion adalah atom yang mempunyai muatan negatif atau positif. Atom tersusun dari Netron yang bermuatan netral, Proton yang bermuatan positif dan Elektron yang bermuatan negatif. Netron dan proton terdapat pada bagian tengah yang merupakan inti atom sedangkan elektron berputar mengelilingi inti atom pada tempat orbitnya (tingkat energi).

Pada atom jumlah muatan positif dan negatif adalah sebanding, sehingga atom tidak memiliki muatan, tapi oleh karena sesuatu sebab, beberapa elektron dapat meninggalkan atom (elektron ini disebut electron bebas), sehingga atom berubah menjadi ion positif atau sebaliknya menerima elektron bebas sehingga atom berubah menjadi ion negatif. Ion-ion ini tidak stabil dan cenderung untuk berikatan.

Kembali ke hasil penelitian lembaga riset tersebut yang membuktikan bahwa ion negatif dapat berikatan dengan bakteri di udara yang cenderung bersifat positif, ikatan yang dibentuk ini mengakibatkan matinya bakteri-bakteri dalam udara sehingga grup ayam yang dimasukkan dalam ruang yang diberikan ion negative tetap sehat. Dengan arti lain, ion negatif dapat membunuh dan menghentikan aktifitas bakteri.

Seorang profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Tokyo menyatakan bahwa berdasar teori efek Leonard, ion negatif banyak dihasilkan di tempat dimana air memancar dan bertabrakan seperti di sekitar air terjun (sekitar 10.000 - 14.000 buah/cm3), air mancur (sekitar 4.000 buah/cm3), sungai (400 buah/cm3). Pada tempat ini, terjadi tabrakan antara molekul air (H2O) dengan molekul air lainnya, yang mengakibatkan lepasnya elektron menjadi elektron bebas. Elektron bebas ini akan berikatan dengan molekul diudara (oksigen dan karbondioksida) menjadi ion negatif.

Kondisi inipun tidak dapat dijumpai dalam pyramid yang selalu dalam kondisi kering dengan kelembaban yang tetap.

Suatu hal yang penting ditemukan adalah besar kekuatan magnet di dalam ruang raja adalah 4 kali di luar piramida. Sedangkan besar kekuatan magnet di bagian tembok adalah 2 kali bagian tengah. Dengan pengertian lain bahwa kekuatan magnit di tembok piramida adalah 8 kali daripada besar di luar piramida. Dari hasil penelitian, tembok di ruang raja tersusun dari batu granit yang banyak mengandung magnet.

Berdasarkan Teori gaya Lorentz, didekatkannya kekuatan magnet pada elektron yang dialirkan dari elektroda negatif ke elektroda positif, mengakibatkan electron berubah arah menjauhi gaya magnet tersebut. Dengan kata lain kekuatan magnet dapat membuat elektron dalam atom atau molekul terlepas menjadi elektron bebas, yang kemudian berpindah pada atom lain untuk menghasilkan ion negatif.

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, kekuatan magnet pada batu di ruang raja mengakibatkan lepasnya elektron dari atom atau molekul di udara sekitar tembok, elektron bebas itu kemudian berikatan dengan atom lainnya untuk membentuk ion negatif. Kemudian ion negatif akan berikatan dan membunuh bakteri yang mengadakan pembusukan. Sehingga sampah dan bangkai tidak membusuk.

11. Tambahan Informasi lainnya
- Kutukan MuMi
Banyak orang percaya, mumi para firaun mesir membawa kutukan. Entah itu benar atau tidak, hal ini terjadi pada Lord Carnarvon, orang kaya yang mensponsori ekspedisi arkeolog. Dua minggu setelah memasuki tempat penyimpanan mumi Tutankhamen ( Firaun yang meninggal pada usia 18 tahun ), Carnarvon digigit nyamuk, terinfeksi, terkena pneumonia, dan akhirnya meninggal. Konon, pada saat Carnarvon meninggal, lampu di rumah sakit tempat dia merawat padam serentak selama 5 menit, dan anjing Carnarvon tiba-tiba menggonggong lalu meninggal. Yang aneh lagi, ada gigitan nyamuk membekas pada pipi Carnarvon, sama seperti bekas luka pada Tutankhamen.

- MuMi Kucing
Kusing merupakan binatang yang sacral bagi bangsa Mesir Kuno. Saking sakralnya, mereka memiliki dewa kucing yang dinamakan “Bast”. Siapa saja yang berani membunuh kucing akan dihukum mati. Karena sayangnya pada kucing. Tak jarang sang pemilik pada zaman mesir kuno memumikan kucingnya yang mati. Mereka melakukan ini agar di kehidupan mendatang nanti mereka bisa bertemu kembali. Upacara pemakaman kucing dilaksanakan tak kalah megahnya dibandingkan upacara pemakaman para firaun.

- Dream Stela
Diantara kaki Sphinx terdapat “Stela” atau “Dream Stela”. Konon nama dream stela ini diperoleh dari pengalaman unik Thutmosis IV pada 1400 SM. Sewaktu masih menjadi pangeran, dia pernah berburu di daerah Valley of Gazelles, sebelah tenggara Sphinx. Saat tertidur di sana, dia bermimpi bertemu Sphinx. Dalam mimpinya, Sphinx berbicara dan berjanji, kalau dia dapat membebaskan Sphinx dari pasir, maka dia akan naik tahta ( waktu itu Sphinx tertimbun pasir dari kaki sampai leher ). Betul saja, begitu Thutmosis IV membebaskan Sphinx dari pasir, tak lama kemudian dia terpilih menjadi Firaun.

- Call of Records
Di Sphinx konon terdapat ruangan tempat penyimpanan rahasia zaman “Zep Tepi”, yakni zaman keemasan sewaktu Piramida dan Sphinx belum dibuat. Apabila “Zep Tepi” ditemukan, semua rahasia Mesir Kuno akan terungkap. Menurut Edgar Cayce (ahli dari Amerika), Zep Tepi ini dimulai sejak orang Amerika yang lari dari Mesir membangun peradaban baru yang maju di Mesir. Orang Atlantis itu lari ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari bencana hebat di kotanya.

- Topeng Mumi
Bagi bangsa Mesir Kuno, topeng mumi sangat besar sekali fungsinya. Selain melindungi mumi, topeng ini berfungsi sebagai identitas muminya sendiri tanpa itu, para mumi tidak akan dikenali namanya di kehidupan keduanya nanti.

Sumber Referensi :
1. http://www.gamexeon.com/
2. http://www.krucil.com/
3. http://kampungwacana.wordpress.com/
4. http://wikimedia.or.id/
5. http://kumaraqulmi.multiply.com/
6. http://rosaline27.wordpress.com/
7. http://eramuslim.com/
8. http://hertadipramayudha.ngeblogs.com/
9. http://ciztkey.student.umm.ac.id/
10. http://www.tempointeraktif.com/
11. http://www.indospiritual.com/
12. http://www.wattpad.com/

Patung Sphinx



1. Perkenalan sphinx
Sphinx Agung Giza adalah sebuah patung sphinx besar berbentuk separuh manusia, dan separuh singa yang terdapat di Mesir, di Dataran Giza, tepi barat Sungai Nil, dekat Kairo sekarang. Ini adalah satu dari beberapa patung terbesar di dunia yang terbuat dari satu batu utuh, dan dipercaya telah dibangun oleh Mesir Kuno pada milenium ketiga SM.

2. Bentuk Sphinx
Tidak ada yang tahu karena Sphinx telah mengalami erosi ribuan tahun dan kerusakan akibat manusia. Para ahli arkeologi menemukan banyak sisa gambar Sphinx tergambar dengan sayap, tubuh singa dan kerbau, muka manusia. Saat ini yang kelihatan hanya tubuh seperti singa dan muka manusia tanpa hidung.

3. Sejarah
Nama yang digunakan bagi masyarakat Mesir Kuno untuk menyebut patung ini sama sekali tidak diketahui. Nama "sphinx" yang biasa digunakan diambil dari nama makhluk mitologi Yunani dengan tubuh seekor singa, kepala seorang wanita, dan sayap seekor elang, walaupun patung sphinx Mesir memiliki kepala laki-laki. Kata "sphinx" berasal dari bahasa Yunani (Σφιγξ — Sphinx, dari kata kerja σφιγγω — sphingo) yang berarti mencekik, karena sphinx dari mitologi Yunani mencekik orang yang tidak dapat menjawab pertanyaan teka-tekinya. Bagi beberapa orang, dipercayai bahwa nama ini merupakan perubahan kata dari bahasa Mesir kuno Shesep-ankh, sebuah nama yang diberikan kepada patung bangsawan pada Dinasti Keempat. Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang menunjuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik, tapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai "Bapak Teror," lebih banyak digunakan.

4. Misteri Bangunan Sphinx
Kenapa hidung Sphinx rusak/hilang memang banyak mitos-mitosnya. Ada yang mengatakan karena dirusak oleh tentara Napoleon. Napoleon Bonaparte datang menduduki Mesir dan ia ingin menunjukkan bahwa beliau telah berhasil menjajah Mesir dengan mencacatkan hidung mayoritas patung. Pada jaman itu, masyarakat Mesir bangga terhadap hidung mereka, dan Sang Sphinx ini tak luput dari perusakan tersebut. Ada pula yang mengatakan dirusak tentara Mamluk-nya para Kalifah yang memakai Sphinx sebagai target practice, atau oleh tentara Inggris yang iseng. Tapi apa penyebab dan kapan hidung Sphinx itu hilang masih jadi tanda tanya, karena kurang lebih 50 tahun sebelum ekspedisi Napoleon sampai ke Mesir, sudah ada sketsa Sphinx yang dibuat oleh Frederick Lewis Norden. Dan di sketsa dia wajah Sphinx sudah rusak, tanpa hidung.

Ada tulisan dari seorang sejarawan Mesir dari abad ke-15, 300 tahun lebih sebelum Napoleon, bahwa wajah Sphinx sengaja dirusak oleh seorang suji yang fanatik, di abad ke-14, karena dianggap sebagai berhala yang masih dipuja orang penduduk setempat. Dia juga menyebut sang sufi merusak telinga Sphinx. Tapi kita semua tahu telinga Sphinx sampai sekarang masih ada.

Jadi masih menjadi misteri kan kapan dan siapa yang merusak wajah Sphinx. Kecuali kalo telinga itu termasuk yang direnovasi oleh firaun-firaun sesudahnya seperti Ramses.

5. Pembangunan Sphinx
Belum ditemukan catatan apa pun mengenai pembangunan Sphinx dari awal mulanya. Hanya ada satu batu "Stela" yang berisi informasi bahwa Pharaoh Thutmosis IV (1401-1391 B.C.) memperbaikinya. Stela bercerita bahwa saat berburu, sang pangeran menjadi lelah dan beristirahat di bawah baying-bayang Sphinx. Ia bermimpi bahwa Sphinx akan memberikannya hadiah DOUBLE CROWN of EGYPT jika ia memperbaikinya.

Sayang bagian akhir batu Stela rusak, sehingga tidak terbaca apakah legenda janji Sphinx ini dipenuhi atau tidak.
Pada baris ke 13 batu itu terdapat syllable "Khaf" - dihubungkan dengan King Khafre (2520-2494 B.C.). Dari sini Graham Hancock seorang peneliti Mesir menyebutkan bahwa King Khafre lah yang membangun Sphinx.

Seperti umum diketahui, juga menurut ilmuwan, Sphinx di Mesir, aslinya mempunyai gambaran wajah sebagai sebuah singa. Mungkin saja lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya,demikian menurut hasil penelitian seorang ahli geologi berkebangsaan Inggris.

Egyptologist telah lama memperdebatkan tentang monumen itu, sebagian berpendapat, kepalanya adalah gambaran kepala seorang firaun dan badanya adalah se-ekor singa, didirikan pada saat pyramid pertama, sekitar 4,500 tahun yang lalu. Namun seorang ahli geologi, Colin Reader mengungkapkan temuannya, bahwa Sphinx telah didirikan jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Penelitiannya tersebut berbasis kepada bekas erosi yang diakibatkan oleh hujan yang terdapat pada patung Sphinx itu.

Sebuah istana yang terkubur di dataran tinggi Giza, Mesir, memperlihatkan sebuah bukti bahwa telah terdapat aktifitas di daerah itu , sebelum piramid-piramid itu didirikan, ujar Colin Reader.

Dari model -nya memperlihatkan bahwa patung itu lebih tua dari kuburan yang ada di situs itu. Menurutnya, kuburan (pyramid) tersebut mungkin didirikan oleh penduduk yang berdiam di daerah tersebut, sesudahnya.

Seorang ahli efek visual (visual effects) dengan menggunakan data penelitian itu, membuat sebuah gambaran tentang Sphinx, bagaimana terlihat dalam bentuk aslinya.

Peneliti juga menemukan bahwa badan Sphinx dan kepalanya tidak proporsional (seimbang) dalam ukurannya, memberi kesan bahwa itu bukannlah seorang firaun asli.

Seorang ahli arsitek sejarah, Dr Jonathan Foyle, yang bekerja sama dengan Collin Reader dalam proyek penelitian itu, mengungkapkan bahwa kepala dan badan Sphinx sangat-sangat tidak proporsional. Menurutnya, hal itu lah yang membuat dia memperkirakan bahwa Sphinx pada awalnya mempunyai kepala yang berbeda-kepala se-ekor singa.

Sphinx dalam bentuk asli dan seperti terlihat, kepala dan kaki depannya tidak proporsional dengan letak kepalanya
Berdasarkan teori tersebut, ini berarti Sphinx kemudian di “pahat” ulang dan dimodifikasi sesuai dengan model Khufu. Karena buat masyarakat Mesir kuno, singa adalah simbol yang melambangkan kekuatan/kekuasaan melebihi wajah seorang manusia. Ditambah dengan fakta bahwa patung itu mempunyai badan sebagai se-ekor singa, hal itu jauh lebih dapat diterima menurut para ilmuwan, bahwa pada awalnya patung itu mempunyai wajah sebagai se-ekor singa.

6. Misteri yang Bersembunyi Dibalik Sphinx
Beberapa peneliti berpendapat bahwa Sphinx adalah peninggalan sebuah kebudayaan purba yang usianya lebih tua daripada Egypt itu sendiri. Catatan seorang bangsa Romawi, Armmianus Marcellinus menyebutkan bahwa Sphinx menyimpan catatan/scrolls/buku/batu/informasi mengenai "prevent the ancient wisdom from being lost in the flood of past age". Catatan lain bangsa Arab abad 9 juga mengkonfirmasi hal ini.

Telah lama diketahui bahwa Sphinx adalah simbol kecerdasan menurut kebudayaan Egypt.

Edgar Cayce (1877-1945), seorang clairvoyance (mirip Nostradamus, dalam keadaan tidak sadar atau deep trance ia bisa "membaca" sesuatu yang tersembunyi, biasanya ia gunakan kemampuannya untuk pengobatan) suatu kali mengatakan bahwa Shinx Egypt menyimpan catatan tentang kebudayaan purba, salah satunya tentang Atlantis. Sphinx adalah pintu masuk ke perpustakaan rahasia bernama 'Hall of Records'. Cayce berkata, "There is a chamber or passage from the right forepaw of the Sphinx to this entrance of the HALL OF RECORDS"!

Karena ramalan-ramalan Cayce nyaris tepat, para ahli dengan peralatan yang canggih masih berupaya mencari-cari Hall of Records. Sayang sampai sekarang masih belum ditemukan jalan masuk seperti yang diramalkan.

Yang kedua adalah perhitungan astronomi & astrologi. Penelitan mengiyakan bahwa Sphinx tepat menghadap ke timur saat matahari terbit di hari pertama spring equinox. Robert Bauval memperlihatkan bahwa bangunan-bangunan di Giza membentuk konstelasi bintang di langit, bahkan sungai Nil membentuk Milky Way di Galaksi Bima Sakti. Tiga piramid tepat membentuk konstelasi Orion secara matematika astronomi.

Jika Sphinx merupakan simbolisasi zodiac Leo, maka matahari terbit dari arah konstelasi zodiac Leo pada waktu spring equinox 10,500 BC. Hari itu juga tepat saat konstelasi Orion berada persis di atas tiga pyramid yang disebutkan di atas.

Sumber Referensi :
1. http://lovegamers.forumotion.com/
2. http://nicco67.blogspot.com/
3. http://www.indogamers.com/
4. http://ahbarutahu.blogspot.com/





Menara Pisa



1. Apa Sebenarnya Menara Pisa itu?
Tiga ratus delapan puluh kilometer, atau tiga jam perjalanan darat ke arah utara dari Roma, Ibukota iItalia, terdapat sebuah kota kecil, bernama Pisa. Letaknya di Provinsi Tuscany. Di tempat inilah terdapat menara miring Pisa yang menjadi ciri khas Italia.

Menara miring Pisa (dalam Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa) atau yang biasa disebut The Tower of Pisa (La Torre di Pisa) adalah sebuah menara lonceng dari sebuah katedral di kota Pisa, Italia. Menara ini terletak di belakang katedral dan merupakan struktur ketiga di Campo dei Miracoli (keajaiban) Pisa.

Menara Pisa merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang dibangun pada 1178. Kontruksi yang miring namun tetap kokoh berdiri walaupun sudah lebih dari 8 abad berdiri dengan kondisi tidak lazim menjadikan menara dengan lonceng di puncaknya ini spesial.

2. Bentuk Menara Pisa
Walaupun rencana semula dibangun secara vertikal, menara itu mulai miring ke arah tenggara segera setelah dilakukan konstruksi di tahun 1173, dikarenakan pondasi yang tak sempurna.

Tinggi dari menara tersebut adalah 55,86 km dari permukaan tanah di sisi terendah, dan 56,70 m di sisi yang tertinggi. Lebar alas bangunan itu adalah 4,09 m dan lebar puncaknya adalah 2,48 m. Berat menara ini diperkirakan 14,500 ton dan memiliki 294 anak tangga, lorong tangga tidak terlalu lebar, hanya cukup dilewati oleh dua orang. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata.

Di puncaknya, terdapat menara lonceng, yang dibangun oleh Tommaso, pada pertengahan abad ke-14. Tujuh lonceng di puncak menara tersebut, mengeluarkan bunyi tujuh not sesuai tangga nada.

Lantai pertama menara ini dikelilingi oleh pilar dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai. Yang mendisain menara Pisa adalah Krist Johan. Pintu masuk Menara Pisa Menara Pisa sering menjadi inspirasi bagi bangunan-bangunan lainnya. Pada saat ini mungkin sudah banyak bangunan yang berbentuk unik seperti ini, tetapi pada tahun pembutan menara tersebut masih jarang ditemui bangunan seperti ini. Menara ini menjadi vocal point diantara bangunan yang ada di sekitarnya. Pilar-pilar yang ada pada menara itu menunjukan ciri khas bangunan Eropa pada saat itu. Menara ini juga membuktikan jika bahan seperti batu marmer sangat kuat dan tahan lama (dilihat dari umur Menara Pisa yang sudah berabad-abad).

Namun, beberapa lama setelah pembangunan dimulai, ternyata menara setinggi 55 meter itu melenceng dari garis lurus sepanjang 5 meter. Oleh karena itulah menara ini disebut sebagai menara miring Pisa. Hingga kini, atas usaha para insinyur dan para ahli berbagai negara, kemiringan menara ini telah diperbaiki sampai batas-batas tertentu.

Setiap tahun, menara Pisa bertambah miring satu milimeter. Maka pada tanggal 6 Januari 1990, menara miring tersebut ditutup untuk umum. Sejak itu, upaya untuk mengurangi proses kemiringan menara terus dilakukan. Berbagai metode dicoba, namun tidak semuanya berhasil.

- Rekonstruksi Pembangunan Menara Pisa
Rekonstruksi intensif pun segera dilakukan demi melestarikan monumen bersejarah yang menjadi bagian dari katedral di kota Pisa ini. Seluruh penduduk yang tinggal di sekitar menara dievakuasi untuk mencegah jatuhnya, lonceng di puncak menara pun sementara dipindahkan untuk mengurangi beban menara. Kabel-kabel baja pun digunakan untuk menjaga stabilitas menara. Rekontruksi difokuskan pada perombakan fondasi yang memang menjadi masalah utama. Akhirnya setelah masa rekonstruksi yang intensif, Menara Pisa dibuka lagi untuk umum pada 15 Desember 2001. Pada Mei 2008, para insinyur memastikan bahwa kondisi Menara Pisa akan aman (kemiringan tidak akan bertambah) paling tidak untuk 300 tahun ke depan.

Setiap tahun kemiringan Menara Pisa terus bertambah dan bila dibiarkan, Menara Pisa bisa jatuh dan hancur. Karena itu para ahli konstruksi bangunan, ahli matematika dan ahli geologi berusaha menyelamatkannya. Caranya dalah dengan menarik menara ini dengan kawat baja kea rah berlawanan dari posisi kemiringan menara. Disamping itu diletakkan juga sekitar 800 ton pemberat dibawah konstruksi menara dengan arah yang sama.

Cara ini berhasil, pada bulan juli tahun 2000, kemiringan menara bisa dikurangi 16 centimeter dan mengembalikan posisinya seperti pada tahun 1870.

3. Sejarah Pembangunan
Konstruksi dari Menara Pisa dibangun dalam tiga tahap, yang memakan waktu sekitar 200 tahun. Konstruksi marmer putih di lantai pertama dimulai pada tanggal 9 Agustus 1173, pada masa kejayaan militer dan kemakmuran Italia. Lantai pertama ini dikelilingi oleh beberapa pilar dan walaupun posisinya miring, namun tetap tahan selama berabad-abad.

Ada kontroversi seputar identitas dari arsitek yang membangun Menara Miring Pisa. Selama bertahun-tahun, desain tersebut diyakini dibuat oleh Guglielmo dan Bonanno Pisano, artis lokal kenamaan di abad ke-12, yang terkenal dengan karya perunggunya, khususnya pada karyanya Pisa Duomo.

Bonanno Pisano meninggalkan Pisa di tahun 1185 dan pindah ke Monreale, Sicilia, namun kemudian kembali lagi dan meninggal di tanah kelahirannya itu. Makamnya ditemukan di dasar tower di tahun 1820.

Menara itu pertama kali miring setelah lantai ketiga dibangun di tahun 1178, dikarenakan amblasnya pondasi sedalam tiga meter, akibat pergerakan tanah. Ini berarti bahwa desain dari menara tersebut telah cacat sejak pada awalnya.

Konstruksi dihentikan sementara selama hampir seabad lamanya, karena para warga Pisa hampir terlibat peperangan dengan Genoa, Lucca dan Florence. Selama masa 'istirahat' ini, struktur tanah di bawahnya telah kembali stabil. Dan di tahun 1198, dipasang jam untuk sementara pada bangunan yang masih belum tuntas itu.

Di tahun 1272, bangunan itu dilanjutkan kembali oleh Giovanni di Simone, arsitek dari Camposanto. Lantai keempat dibangun untuk mengimbangi kemiringan dari menara ini. Pembangunan kembali dihentikan di tahun 1284, saat Pisa ditaklukan oleh Genoa dalam Pertempuran Meloria.

Pembangunan menara lonceng ini tak selesai terhenti hingga 1372. Setelah itu, Tommaso di Andrea Pisano berhasil menyelesaikan elemen-elemen Gothic dari menara tersebut, dengan memberikan sentuhan gaya Roma. Terdapat tujuh lonceng pada menara tersebut, yang masing-masing mewakili not pada nada. Lonceng yang terbesar dipasang pada tahun 1655.

Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap dalam jangka waktu 200 tahun. Pembangunan lantai pertama dari campanile yang berbatu marmer putih dimulai pada 9 Agustus 1173, yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer. Lantai pertama ini dikelilingi oleh pilar dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai.

Yang membuat Menara Pisa adalah Krist Johan, pada umur ke 45.

Sumber :
1. http://ensiklokita.wordpress.com/
2. http://yellita.ngeblogs.com/
3. http://princesstown.multiply.com/
4. http://www.indosiar.com/
5. http://wikimedia.or.id/
6. http://www.indonesiaindonesia.com/